Yogi Warga Mentawai Jadi Tersangka Kasus Telekomunikasi Jual Layanan Starlink Ilegal
--
INDO OTONITY – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai warga Mentawai jadi tersangka kasus telekomunikasi yang tidak boleh ketinggalan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini untuk informasi lebih lengkapnya!
Yogi Gilang Arya Setia (39), warga Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menghadapi proses hukum setelah didakwa menyediakan layanan internet menggunakan Starlink tanpa izin pemerintah. Perkara tersebut kini bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Padang dengan nomor perkara 450/Pid.Sus/2026/PN Pdg.
Kasus ini bermula ketika Yogi memasang perangkat Starlink untuk memenuhi kebutuhan internet di tempat tinggalnya. Koneksi yang dinilai lebih baik dibandingkan jaringan yang tersedia di Sikakap kemudian membuat warga sekitar ikut memanfaatkannya. Menurut kuasa hukumnya, Romi Martianus, kebutuhan masyarakat terhadap akses internet ternyata sangat tinggi.
Read more: Nikita Mirzani Tagih Rp200 Juta Usai Bantu Giorgio Antonio Saat Terjerat Kasus Narkoba Sinte
Read more: Haji Alwi Ruslan Siapa? Viral Usai Lontarkan Komentar Tidak Pantas ke Niken Salindry di Panggung
Melihat kondisi tersebut, Yogi kemudian mengembangkan akses internet dan menjualnya dalam bentuk voucher. Paket yang ditawarkan antara lain kuota 2 GB dengan harga Rp10.000 serta 6 GB seharga Rp23.000. Layanan tersebut disebut beroperasi sejak 2024 hingga 1 Oktober 2025.
Jaringan internet yang dikelola Yogi tidak hanya digunakan oleh warga. Menurut pihak kuasa hukum, akses tersebut turut dimanfaatkan sejumlah fasilitas publik, seperti sekolah, puskesmas, kantor camat, kantor dusun, hingga kepolisian. Yogi juga disebut memberikan bantuan pemasangan kabel untuk sejumlah fasilitas umum.
Romi menjelaskan bahwa usaha tersebut berkembang karena kondisi jaringan internet di Sikakap yang masih terbatas.
"Sebelumnya, jaringan internet sangat lambat, menerima pesan saja butuh waktu 15 menit. Makanya sejak adanya voucher Yogi, masyarakat Sikakap jadi senang dan merasa terbantu. Makanya permintaan untuk voucher Yogi sangat tinggi," ujar Romi.