Harga Chip Memori Naik 300% Hambat Pertumbuhan Pasar HP Global, Imbas dari Maraknya AI
--
Francisco Jeronimo, Vice President Worldwide Client Devices IDC, mengungkapkan, "Tsunami memori yang telah kami peringatkan kini menghantam pasar sepenuhnya, dan konsumen mulai membayar tagihan AI."
Ia menambahkan, "Era smartphone murah telah berakhir. Mulai sekarang, pemenangnya adalah vendor dengan skala dan posisi tawar untuk mempertahankan permintaan pada harga yang belum pernah harus dibayar oleh konsumen sebelumnya." Vendor ponsel Android terdampak paling parah, dengan pengapalan diperkirakan turun 24,3% karena segmen entry-level anjlok hampir 60% pada kuartal kedua 2026, terutama ponsel di bawah USD 100.
IDC menjelaskan, "Vendor ponsel Android yang fokus pada perangkat low-end, yang sudah beroperasi dengan margin keuntungan sangat tipis, memangkas model low-end dan mendorong campuran produk high-end." Krisis pasokan juga mengubah kebiasaan konsumen, di mana harga ponsel segmen menengah meningkat tajam sehingga ponsel flagship mulai menjadi alternatif pilihan lebih baik.
Hampir semua segmen smartphone diperkirakan turun pada 2026, kecuali segmen ponsel layar lipat yang diprediksi tumbuh 12,6% sebab penjualan Galaxy Z Fold 8 serta potensi kehadiran iPhone layar lipat.
Smartphone dengan harga 500-699 dolar AS justru mencatat pertumbuhan pengiriman sampai dengan 74 persen. Sementara perangkat dengan harga di atas 700 dolar AS atau sekitar Rp12,39 juta tumbuh 18 persen. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak terjadi secara merata di seluruh kelas harga.
Artinya, persaingan pasar smartphone Asia Tenggara ke depan bukan hanya soal menghadirkan spesifikasi baru. Produsen juga harus mampu menjaga harga tetap kompetitif saat biaya komponen meningkat. Pada situasi tersebut, Samsung berhasil tumbuh ketika pasar justru menyusut 15 persen, menjadi sinyal bahwa strategi produk dan posisi merek masih mampu menarik konsumen di tengah tekanan harga smartphone.