Monday 31st of August 2026
×

Detik-Detik Penangkapan Bayu Wicaksono alias Encek, Napi Narkoba yang Sembunyi di Myanmar

Detik-Detik Penangkapan Bayu Wicaksono alias Encek, Napi Narkoba yang Sembunyi di Myanmar

--

INDO.COM – Kasus pelarian legendaris narapidana narkotika Bayu Wicaksono alias Encek kini memasuki babak baru pasca-penangkapannya di wilayah perbatasan Asia Tenggara. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) berhasil mengurai rute pelarian internasional yang digunakan oleh gembong sabu ini untuk bersembunyi dari radar perburuan Interpol selama lebih dari dua tahun terakhir.

Penyelidikan mendalam kepolisian mengungkap bahwa Encek menerapkan strategi berpindah-pindah negara secara dinamis guna memutus jejak digital maupun fisik. Perjalanan pelariannya yang melintasi tiga negara tetangga menunjukkan adanya indikasi keterlibatan jaringan terorganisir yang membantu mobilitasnya di luar negeri.


Read more: Gedung Hogwan di Bumiayu Brebes Ambruk Mendadak, 3 Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan

Berdasarkan rilis logistik perkara yang dihimpun tim penyidik, titik awal pelarian Bayu Wicaksono dimulai sesaat setelah dirinya meloloskan diri dari jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur pada April 2024 lalu. Encek diduga kuat langsung memanfaatkan jalur tikus laut untuk menyeberang secara ilegal meninggalkan wilayah hukum Indonesia menuju negara Malaysia.

Di Malaysia, Encek menetap cukup lama dan memfungsikan wilayah tersebut sebagai basis operasi siber untuk mengendalikan pengiriman paket sabu ke tanah air. Namun, ketika beberapa kurir kepercayaannya di Sumatera dan Kepulauan Riau mulai tertangkap, Encek menyadari posisinya terancam. Ia kemudian berpindah ke Thailand, memanfaatkan kelonggaran lintas batas dokumen pariwisata untuk berbaur di tengah masyarakat lokal.

Tidak bertahan lama di Thailand, Encek melanjutkan pergerakannya ke wilayah utara hingga menyeberang ke Tachileik, Myanmar. Wilayah Tachileik sendiri dikenal sebagai kawasan segi emas (Golden Triangle) yang berbatasan langsung dengan Thailand dan Laos. Area terisolasi ini dipilih Encek karena dianggap memiliki pengawasan hukum ekstradisi yang rumit, menjadikannya tempat perlindungan terakhir yang ideal sebelum akhirnya terendus oleh operasi gabungan Polri dan otoritas setempat.

Sumber:

LATEST NEWS