Kronologi Robohnya Gedung Badminton Hogwan Brebes Peninggalan Belanda yang Menghancurkan 3 Rumah Warga
--
INDO.COM – Tragedi runtuhnya bangunan tua kembali memicu duka mendalam di wilayah Jawa Tengah. Sebuah bangunan bersejarah yang kini difungsikan sebagai gedung olahraga, Gedung Badminton Hogwan, dilaporkan ambruk secara mendadak pada Minggu, 30 Agustus 2026 pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden yang terjadi di Jalan Lapangan Asri, RT 005/RW 003, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes ini menghancurkan bangunan di sekitarnya serta mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia.
Struktur bangunan raksasa tersebu t runtuh sepenuhnya ke arah permukiman warga yang padat. Material reruntuhan yang sangat berat langsung meluncur ke sisi selatan dan menghantam tiga unit rumah warga setempat hingga mengalami kerusakan yang sangat parah. Berdasarkan data resmi dari pihak kepolisian dan otoritas desa, ketiga rumah warga yang hancur total tertimpa material tersebut masing-masing adalah milik keluarga Feti, Marto, dan Imam.
Read more: VIRAL! Video Penggrebekan Pasangan Selingkuh Hingga Berzina di Kamar Kos Tuban Full Durasi HD!
Kronologi Detik-Detik Runtuhnya Bangunan
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardianto mengonfirmasi bahwa peristiwa memilukan ini terjadi di saat sebagian besar warga baru saja memulai aktivitas pagi hari atau masih tertidur lelap. Berdasarkan penuturan para saksi mata di lokasi kejadian, runtuhnya Gedung Hogwan terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda alam seperti guncangan gempa bumi ataupun tiupan angin kencang.
Suara dentuman keras yang menyerupai ledakan besar sempat terdengar bergaung dan mengejutkan ratusan warga di kawasan Lapangan Asri. Dalam hitungan detik, seluruh struktur dinding beton tebal dan kerangka atap gedung roboh berantakan ke tanah. Puing-puing berupa bongkahan batu bata kuno, semen, dan balok kayu penyangga langsung mengubur tiga bangunan rumah yang berada tepat di bagian depan dan samping gedung olahraga tersebut.
Warga yang panik segera berlarian keluar rumah dan langsung berupaya melakukan pertolongan pertama dengan alat seadanya. Namun, karena volume material bangunan yang ambruk terlampau besar dan berbobot berat, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, kepolisian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, serta Unit Siaga SAR Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi darurat.