Tuesday 27th of October 2026
×

Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Usai Dirawat 14 Hari Usai Pendarahan Kepala, Keluarga Tuntut Pengusutan Dugaan Penganiayaan Senior

Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Usai Dirawat 14 Hari Usai Pendarahan Kepala, Keluarga Tuntut Pengusutan Dugaan Penganiayaan Senior

--

INDO OTONITY – Kabar duka yang diselimuti tanda tanya besar datang dari jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Papua Barat. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berpangkat Prajurit Satu (Pratu), yakni Pratu Andi Syarif Bugis, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis intensif dalam kondisi kritis selama 14 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Prajurit yang bertugas di kesatuan Brigade Infanteri (Brigif) 26/Gurana Piarawaimo (GP) tersebut mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi berat.


Berdasarkan rekam medis resmi yang dikeluarkan oleh tim dokter RSUD Teluk Bintuni, Pratu Andi Syarif Bugis dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami kondisi Cardiorespiratory Arrest atau henti jantung dan paru.

Read more: Desta dan Asri Welas Terlihat Memakai Sepatu Couple di Acara Ariel NOAH, Benarkah Ada Hubungan Spesial?

Penanganan medis terhadap almarhum sejatinya telah diupayakan secara maksimal sejak dirinya pertama kali dievakuasi dari barak Tontaikam pada awal Oktober setelah petugas kesehatan bakes menemukan denyut nadi dan tekanan darahnya dalam kondisi tidak normal. Hasil pemeriksaan laboratorium dan CT scan mendalam menunjukkan adanya pendarahan serius di bagian belakang kiri kepala korban yang memicu gangguan pernapasan akut.

Meskipun pihak satuan Brigif 26/GP telah berupaya mendampingi proses perawatan dan memfasilitasi administrasi kepulangan jenazah, pihak keluarga korban mencium adanya ketidakwajaran di balik kematian putranya. Pihak keluarga menduga kuat bahwa perdarahan fatal di kepala almarhum bukan disebabkan oleh faktor penyakit alamiah, melainkan akibat dari tindakan kekerasan fisik atau penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum senior sesama prajurit di dalam lingkungan asrama militer Brigif 26/GP.

Bergerak mencari keadilan, Basmar Bugis selaku ayah kandung almarhum secara resmi melayangkan surat berisi 13 tuntutan hukum yang ditujukan langsung kepada Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Menkopolhukam, Komisi I DPR RI, serta Komnas HAM RI.

Dalam surat tuntutan tersebut, pihak keluarga mendesak adanya investigasi menyeluruh dan transparan atas penyebab luka fisik korban. Pihak keluarga juga menuntut pemeriksaan berkala terhadap oknum petugas Brigif 26 Bintuni yang diduga sengaja melakukan penundaan proses rujukan medis saat kondisi almarhum sudah dalam keadaan kritis di RSUD Teluk Bintuni.

Merespons gelombang protes dan tuntutan dari pihak keluarga korban, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari, Letkol Kav S. Simanjuntak, memberikan konfirmasi resmi mengenai langkah hukum yang diambil institusinya.

Read more: Sempat Melambaikan Tangan Dua Kali, Mahasiswi UGM Atlet Selam Jepara Wafat di Lintasan 3.000 Meter

Letkol Simanjuntak menegaskan bahwa Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVIII/Kasuari bersama tim penyidik Brigif 26/GP tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan intensif guna mengumpulkan alat bukti, rekam medis, serta memeriksa saksi-saksi. Otoritas TNI berjanji akan menindak tegas secara pidana siapapun yang terbukti bersalah tanpa memandang pangkat atau jabatan.

Sementara itu, prosesi pemulangan jenazah Pratu Andi Syarif Bugis dari Papua Barat menuju kampung halamannya sempat terkendala oleh faktor cuaca kabut asap tebal. Namun, jenazah akhirnya berhasil diterbangkan dan tiba di Desa Tehua, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kedatangan peti jenazah yang dibalut bendera merah putih tersebut disambut oleh isak tangis histeris dari kedua orang tua dan kerabat dekat sebelum akhirnya dimakamkan melalui upacara penghormatan militer secara resmi.

Sumber:

LATEST NEWS