Tuesday 27th of October 2026
×

Sempat Melambaikan Tangan Dua Kali, Mahasiswi UGM Atlet Selam Jepara Wafat di Lintasan 3.000 Meter

Sempat Melambaikan Tangan Dua Kali, Mahasiswi UGM Atlet Selam Jepara Wafat di Lintasan 3.000 Meter

--

INDO OTONITY – Kabar duka yang mendalam menyelimuti panggung olahraga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di wilayah Semarang Raya. Seorang atlet selam berprestasi asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami insiden fatal saat bertanding di nomor open water finswimming (OWF) dengan jarak tempuh sejauh 3.000 meter.

Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan perairan Awann Costa, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026.


Kematian atlet muda berbakat ini mengejutkan banyak pihak lantaran terjadi hanya selang sehari setelah dirinya menorehkan prestasi gemilang bagi kontingen Kabupaten Jepara.

Read more: Pelaku Pembunuhan Pegawai SPPG Bengkulu Terungkap, Motifnya Diduga Karena Sakit Hati dengan Korban!

Syabilla Rizkia tercatat sukses mempersembahkan dua medali emas sekaligus untuk daerahnya pada nomor selam 100 meter dan 200 meter bifins putri. Almarhumah yang juga aktif sebagai mahasiswi angkatan 2023 di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dikenal sebagai sosok tangguh yang mencintai olahraga renang sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Berdasarkan keterangan kronologi resmi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi mata di lapangan, insiden mulanya terdeteksi ketika perlombaan selam laut jarak 3.000 meter memasuki putaran kedua sekitar pukul 09.00 WIB. Kanitreskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, beserta pihak kepolisian setempat menjelaskan bahwa saksi mata yang bertugas sebagai motoris pemantau perlombaan sempat melihat korban melambaikan tangannya ke permukaan air sebanyak dua kali. Tim penyelamat sempat bergerak mendekat untuk memantau situasi, namun korban memilih tidak berhenti dan tetap memaksakan diri melanjutkan perlombaan.

Situasi memburuk dengan cepat saat perlombaan memasuki putaran ketiga sekitar pukul 09.10 WIB. Ketika posisi tubuhnya sudah berada sekitar 200 meter menjelang garis finis, Syabilla dilaporkan mulai tenggelam dan tidak memperlihatkan pergerakan di permukaan air laut.

Melihat kondisi darurat tersebut, saksi dan tim penyelamat dari pihak panitia langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi. Tubuh korban diangkat dari dalam air menuju perahu karet dan segera dilarikan ke tepi daratan dalam kondisi lemas serta tidak sadarkan diri.

Setibanya di darat, tim medis langsung memberikan tindakan pertolongan pertama di dalam mobil ambulans sembari melarikan korban menuju Rumah Sakit Keluarga Sehat di Semarang. Namun, takdir berkata lain.

Read more: VIRAL! Polisi Tetapkan 3 Tersangka WN China Atas Kasus Penyalahgunaan Narkoba Oleh Selebgram Jule

Setelah mendapatkan upaya penanganan medis darurat yang maksimal dari tim dokter rumah sakit, Syabilla Rizkia Putri Raharja secara resmi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB. Pihak medis menduga kuat korban meninggal akibat kelelahan parah yang berujung pada kondisi kehabisan napas (asfiksia) akibat memaksakan kondisi fisiknya yang sudah drop.

Kepergian Syabilla menyisakan duka yang teramat berat, tidak hanya bagi keluarga besar yang menyambut kedatangan jenazahnya dengan tangis histeris di rumah duka Jepara, tetapi juga bagi institusi olahraga Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Jepara dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara secara terbuka menyampaikan ucapan belasungkawa sedalam-dalamnya melalui kanal resmi mereka. Otoritas daerah menegaskan bahwa dedikasi, perjuangan keras, dan prestasi emas yang telah diukir oleh Syabilla akan senantiasa diabadikan dan dikenang sebagai salah satu tinta emas sejarah olahraga Kabupaten Jepara.

Sumber:

LATEST NEWS