Gemesin Banget! Ini Dia Penjelasan Ilmiah Dibalik Fenomena 'Telor Ceplok' di Kawah Gunung Anak Krakatau
--
Daryono melanjutkan, genangan air menempati bagian terendah kawah, sementara proses kimia dan pengendapan mineral di sekitarnya menciptakan kontras warna yang dari udara terlihat sangat menyerupai kuning telur dengan putih telur.
Read more: Film Merah Putih: One for All Live Action Dalam Proses Produksi, Siapa Saja Pemerannya?
"Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius atau pertanda bahaya," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa istilah "telur ceplok" merupakan sebutan yang muncul untuk menggambarkan penampakan visual tersebut, bukan nama resmi dalam ilmu vulkanologi.
"Saya menyebutnya sebagai genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi air, gas vulkanik, batuan (acid-sulfate alteration). Fenomena ini dapat muncul atau berubah setelah episode erupsi karena sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah mengalami perubahan," ujarnya.
Menurutnya, belerang merupakan material yang umum ditemukan di gunung api. Namun, penampakan genangan menyerupai telur ceplok tidak otomatis muncul di setiap gunung api.
Campuran tersebut memengaruhi warna permukaan genangan sehingga dari kejauhan terlihat menyerupai telur ceplok.